Selasa, 15 Maret 2016

UNTUKMU PEMIMPIN KOTAKU



Akan ada saat dimana kita harus memilih untuk menentukan siapakah pemimpin kita selanjutnya tetap sama kah atau berganti wajah, saat itulah tepatkan hatimu untuk memilih demi kebaikan kotamu, tak terasa sebentar lagi kota tercinta ini kota banjir dan kemacetan ini akan menganti pemimpinnya, taukah kamu kota apa yang ku bahas, kota Jakarta yang “katanya” ibukota Indonesia. Kota ini menjadi pusat segala pusat perkembangan, bagaimana tidak segala bentuk pemerintahan ada di kotaku ini. 

Kota Jakarta ini memiliki dua polemik yang sudah mendarah daging setiap tahun bahkan harinya, bagaimana tidak tengoklah kota Jakarta kala malam dan pagi hari, ribuan warga berbondong-bondong memadati segala angkutan kota, bahkan jalananmun tak dapat berkutik, jika aspal jalanan itu dapat berkata mungkin dia sudah lelah dengan ribuan kendaraan yang memadati kota ini setiap harinya tanpa henti. Itu lah kemacetan kota ini, lain halnya kala musim hujan menyapa, kita akan melihat kota ini tak dapat menampung berapa ratus kubik air yang meluap ke daratan hingga mengakibatkan “mati suri” kehidupan kota ini. Inilah kota Jakarta dengan dua ciri khasnya kemacetan dan banjir. 

Dan saat ini kota ini akan menganti pemimpin, menganti kepala menganti nahkoda, namun masih sama kah atau berganti wajah, dan siapkah kamu warga Jakarta untuk memilih pemimpin yang tepat untuk memperbaiki kota ini. Setiap pemilihan akan ada dimana kampanye yang selalu menawarkan berbagai janji guna memenangkan dirinya untuk menjadi pemimpin, hingga masyarakat pun mencapai titik jenuh dengan ungkapan “janji hanya sekedar janji, janji palsu tepatnya” inilah yang mengambarkan setiap ukiran cerita kala kampanye. 

Tetapi siapkah dirimu memilih bukankah satu suaramu akan sangat penting nantinya, untukmu kelak yang akan memimpin kota ini, ungkapkan kejujuran kala kampanye, hentikanlah serangan fajar yang selalu terjadi hingga ku bosan mendengarnya, evaluasi kinerja pemimpin sebelumnya bukan membuat kebijakan baru yang “nyeleneh”, karena semua hal perlu di evaluasi di uji dan diperbaiki bukan untuk membentuk hal baru. Pemimpin itu berat dalam mengemban amanah. Jadi untukmu kelak pemimpinku, amanahlah dirimu karena menjaga kepercayaan ribuan rakyat yang memimpinmu itu penting.

Minggu, 14 Februari 2016

Kala Sumatera di Sapa....





Tiada hari tanpa pengharapan, tiada hari tanpa berdoa memohon kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang, begitu pula ketika tahun lalu 2015, kala Indonesia di sapa dengan kabut asap berbulan-bulan lamanya bahkan Indonesia harus siap siaga akan bencana kabut asap yang berimbas bukan hanya Indonesia melainkan beberapa Negara tertangga pun terganggu akan kabut asap tersebut, segala aktivitas terhambat kala itu.
Berakhirnya tahun 2015 pastilah ada suatu secercah harapan untuk terhindar dari segala musibah namun takdir berkata lain untuk saat ini, saat ini Indonesia terkhususnya Pulau Sumatera kembali lagi di sapa, musibah banjir bandang yang terjadi saat ini begitu mendadak, seperti yang kita ketahui banjir bandang tak kenal waktu, tak kenal pemberitahuan, tak kenal waspada, banjir bandang terjadi dalam waktu yang sangat cepat seolah-olah tanpa peringatan dan berbeda dengan banjir biasa, dimana permukaan air naik secara perlahan-lahan, hal inilah yang terjadi di Pulau Sumatera.
Pulau Sumatera yang berada dibagian barat Indonesia ini sedang mengalami musibah banjir bandang yang melumpuhkan pulau sumatera, lalu lintas terhambat, banjir dimana-mana bahkan korban jiwa pun berjatuhan, tangisan dimana-mana, keinginan untuk kehidupan lebih baik sirna kala musibah menyapa. Banjir bandang dialami hampir di seluruh wilayah Sumatera.
Akibat banjir bandang ini mengharuskan masyarakat untuk mengungsi mencari tempat yang layak untuk di tempati sementara hingga banjir surut, mulainya penyakit ketika banjir pun pasti akan bermunculan, belum lagi korban jiwa akibat banjir yang begitu mendadak, tidak hanya korban jiwa namun harta benda pun rusak kala dibawa banjir, semua terganggu aktivitas kehidupan terhambat namun siapa yang mampu menampikan ketika musibah memang akan menyapa, sungguh pilu jika mengingat musibah terus menerus hadir membayangi kehidupan kita, musibah tiada yang tahu.

Untuk itulah sebagai bagian dari Indonesia sudah sepatutnya kita saling bahu membahu menjaga kehidupan, minimal dari tindakan sehari-hari untuk tidak membuang sampah sembarangan atau bahkan kerjabakti untuk menjaga lingkungan, bukankah ada pepatah mengatakan kebersihan sebagian dari iman, maka jika memang iman ku bersih kebersihan pun pasti turut dijaga, bahkan ketika sudah di sapa pun pemerintah harus membuka mata mengutip perkataan Konferensi Dunia “Sesuai dengan deklarasi Hyogo yang ditetapkan pada Konferensi Dunia tentang Pengurangan Bencana, di Kobe, Jepang, pertengahan Januari 2005 yang lalu. Berbunyi : “Negara-negara mempunyai tanggung jawab utama untuk melindungi orang-orang dan harta benda yang berada dalam wilayah kewenangan dan dari ancaman dengan memberikan prioritas yang tinggi kepada pengurangan resiko bencana dalam kebijakan nasional, sesuai dengan kemampuan mereka dan sumber daya yang tersedia kepada mereka”. Dan sesuai dengan pasal 6 UU No.24 Tahun 2007 mengenai penangulangan pasca bencana.

Oleh karena itu, pemerintah pun tidak dapat tutup mata, kita pun sebagai bagian dari Indonesia harus melek harus buka mata lepaskanlah kacamatamu ketika melihat saudaramu mengalami kesulitan, harus turun tangan. ,mari berikan bantuan karena bantuan itu bukan hanya materi namun juga dukungan moriil, karena musibah bukan milik sendiri walaupun tidak merasakan secara langsung namun hati akan terasa perih dan pilu jika melihat musibah yang menimpa bangsa Indonesia, sehingga akan bermunculan berbagai kegiatan tanggap bencana maka ikutlah turut andil dalam membantu sesama saudara, karena inilah Indonesia yang akan selalu bahu membahu jika musibah dan kesulitan itu hadir menyapa, Indonesia ku Indonesia tercinta.

                                               
                                    Helmina Mutia
                                                                                    Mahasiswa Pendidikan Sosiologi 2013
Universitas Negeri Jakarta

Salahkah Sang Saka Berkibar




Perjalanan dalam mencapai sebuah kesuksesan pastilah mengalami rintangan dan lika-liku yang menjadikan seseorang itu akan mampu menjadi seseorang yang gagah dan tangguh dalam menghadapinya ditopang pula dengan berbagai pembelajaran dari kehidupan yang mengajarkannya, karena hidup harus lah mampu memahami dan mempelajari segala aspek kekurangan dan kesalahan yang pernah dialami agar suatu saat tidak mengulanginya kembali, inilah yang harus dipelajari oleh pemerintah saat ini.
Kabarnya generasi muda saat ini adalah generasi emas Indonesia yang suatu saat akan Berjaya jika kita semua mampu bahu-membahu membangun peradaban bangsa yang lebih baik, namun lain halnya jika ada salah satu aspek tidak mendukung generasi emas, apakabar pemerintah Indonesia saat ini, yang  “katanya” sedang memperbaiki salah satu aspek yaitu pendidikan dengan wajib belajar 12 tahun serta berbagai dukungan dari beasiswa, cukup kah itu?
Saat ini sejujurnya Indonesia sedang mengalami masa redup dalam pencapaian mendali emas di berbagai kejuaraan baik nasional maupun internasional, bahkan baru beberapa tahun terakhir sepakbola Indonesia non-aktif, serta sekarang kabarnya adalah salah satu pemuda yang sedang bertarung meraih impian untuk mengibarkan sang saka “Merah Putih” dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya” di salah satu ajang pentas internasional pun terganjal akan salah satu aspek yang kurang diperhatikan pemerintah.
Kala itu, bendera “Merah Putih” tidak berkibar seutuhnya dikarenakan salah satu permasalahan bahkan Lagu “Indonesia Raya” pun hanya dinyanyikan dengan suara lantan, jadi teringat akan semangat para pahlawan dalam mengibarkan merah putih dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dengan gagah dan suara yang lantang yang mampu merubuhkan bumi ini membuktikan bahwa Indonesia mampu dan Indonesia bisa!
Haruskah dikatakan bahwa saat ini Indonesia terlalu “diremehkan” ataukah bangsa ini sendiri yang membuat kata “diremehkan”, mengutip dari sebuah lagu kebanggaan Indonesia “berkibarlah benderaku merah putih gagah perwira di seluruh pantai Indonesia, kau tetap pujaan bangsa, siapa berani menurun kan engkau serentak rakyatmu membela” apakah lagu tersebut saat ini hanyalah isapan jari, lukisan masa lalu, dan sudah tak berarti lagi di hati rakyat Indonesia,
Salahkah Sang Saka Merah Putih Berkibar, ataukah tiada artinya lagi untuk berkibar, bagaikan sebuah permainan sepakbola yang apik jika kesebelas pemain mampu berkerjasama membuat gol, apakah kita semua tidak mampu berkerjasama dan membuat sebuah generasi emas Indonesia di masa yang akan datang, wahai pemerintahku yang mampu membantu segala dukungan pada generasi kami, stoplah perbuatan korupsi kolusi dan nepotisme, bukalah hatimu untuk memperbaiki kehidupan Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi, jikalau kalian mempercayakan kami jika kami Generasi Emas Indonesia, mari kita saling bahu-membahu mewujudkan Generasi Emas yang mampu mengibarkan Sang Saka Merah Putih di mata dunia, bukankah Indonesia dikenal salah satunya dengan budaya gotong royongnya maka sudah pasti kita mampu, walaupun bhineka tunggal ika yang berarti “walaupun berbeda namun tetap satu jua”
Mengutip perkataan soekarno “berikanlah aku 10 orang pemuda maka ku kan guncangkan dunia” jika sepuluh pemuda saja mampu, apalagi kita lebih dari 200 juta penduduk Indonesia haruslah mampu membuktikan bahwa Indonesia Bisa Indonesia Mampu, Karena Kita Indonesia, Kibarkanlah Sang Saka Merah Putih, Indonesia Merah Darahku, Putih tulangku bersatu dalam semangatku!

Helmina Mutia
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi 2013
Universitas Negeri Jakarta

Senin, 18 Mei 2015

jejak cerita kebersamaan kelompok 6 PKMUNJ2013

Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta meninggalkan momen tak terlupakan pastinya. Salah satu dari kami "kelompok 6 PKMUNJ2015" yg jika di panggil kelompok 6 always mengumandangkan Takbir Allahu Akbar.
Kelompok kami ini di kuasai oleh FMIPA
1. ini ketua kami Muhamad Hafizh dari Matematika 2013, hafiz ini ketua bemj matek yg selalu ingetin kita yuk cepetan di tunggu panitia nanti di marahin lagi, karena jika kalian tau yg di omelin itu hafiz:')
2. Ini namanya kak hendy dari Kimia 2012, orang yg selalu ngeledekin gue:( gosip ae terus. Pade ga bosen apa yak wkwk. Tapi ya ini lah kak hendy yg ngebantu kami para akhwat di dapur, sedangkan selama di karawang dia puasa wkwk.
3. Ini namanya Habib dari Fisika 2013, sekjendnya azka, mau nanya sama azka ga salah pilih habib wkwk. Habib ini coment mulu kyk di fb. Tp sbnrya itu tandanya di care broh, pake tukeran jaket pula sama pgsd hemmm ada apa apa PGSD DAN FMIPA.
4. Ini namanya dewi, kimia 2013. Ga terlalu tau dewi kayak apa yg pasti dia always nungguin gue pas mau solat.
Selanjutnya ini abi kesayangan,
5. Kak hadi, sipil 2012 dia ini kadept psdm bem ft skrg, anak sipil loh ada yg berniat dibuatin rumah idaman kah wkwk. Abi ini gamau dipanggil abi tp pas di panggil abi malah nengok:'). Pernah disuruh makan kerupuk di sambeli alhasil berkata " muti becandanya ga lucu".
Ini dari FIP
6. Ada kak tesya, MP2012. Dia ini kadept depdik bem fip. Biasanya di panggil umi sama kita tp sama aja gamauuu.
7. Ada nunu nih pgsd 2013 yg tukeran jaket sama fmipa wkwk. Duh nu maaf ya ngegibahin:( love ko:'). Nunu ini sayang banget sama ira anak pemiliki rumah kita sampe bisa bikin ira nangis takut di tinggal sama kami. Maafin kami ira next kami ke karawang kok:')
Selanjutnya ini nih yg dateng belakangan duh.....
8. Kak suketsa eh kak kesta deng. Dia ini artis nasyid wkwk. Ketua bem fbs skrg yg datengnya hari sabtu malem selepas dari bali. Sehingga kami bertambah orang lagi wkwk.
Terima kasih kawan, selama di PKMUNJ2015 ini menjadi bagian kenangan mengukir cerita kebersamaan. Nam nam nam semangaaaaat!
Takbir Allahu Akbar!!!!

Minggu, 17 Mei 2015

Ukiran Kenangan Pengabdian Masyarakat di Kampung Sawah, Penas, Kalimalang, Jakarta Timur

Pelatihan Kepimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta masih berlangsung dengan beberapa rangkaian. Rangkaian kali ini merupakan pengabdian masyarakat yang menjadi penutup PKMUNJ2015 ini, pengabdian ini dilakukan pada sabtu, 9 mei 2015 sampai dengan sabtu, 16 mei 2015 di daerah Kp.sawah Penas, Kalimalang Jakarta timur.

Pada hari pertama kami yang terdiri dari 10 kelompok mendapatkan mandat dari panitia untuk mencari sumbangan dana dalam jangka waktu sehari dengan jumlah 15juta sehingga masing-masing kelompok harus mengumpulkan 1,5jt/kelompok. Sungguh jika kita berpikir ini bukan hal yang gampang untuk mendapatkan uang 15juta dengan waktu dari jam 13.30-17.00. Namun, Maha benar Allah dengan segala kekuasaannya, bahwasanya selalu ada Zat yang tak pernah tidur melihat usaha umatnya dalam membantu sesamanya, karena hal ini merupakan habluminannas.

Hari kedua, pembagian dilakukan kaum ikhwan membangun aula, mck, penerangan listrik dan penghijauan di wilayah ini, sedangkan akhwat melatih anak-anak sekitar sini dalam pendidikan, fokus Ujian Nasional, menari daerah, marawis, sehingga pada sore hari anak-anak beramai-ramai mengunjungi musholla untuk bertemu dengan kakak-kakak unj. Selain itu, para akhwat juga membantu ibu pkk dalam menyiapkan hidangan untuk para ikhwan yang berkerja membangun sarana prasarana. Hal itu pun berlanjut setiap harinya. Hingga hari terakhir.

Hari terakhir merupakan hari yang menjadi hari yang berat untuk warga kp.sawah dan kami, penutupan ini ditutup di aula dengan penampilan tari tradisional yamko rambe yamko serta manuk dadali, marawis, nyanyian terima kasih guruku, puisi dan lagu-lagu anak-anak. Selanjutnya, sambutan-sambutan dari bapak syofian hanif selaku wakil rektor III bidang kemahasiswaan Universitas Negeri Jakarta, ketua pelaksana PKMUNJ, ketua BEM UNJ dan ketua RT 01 Kp.sawah ini. Selain itu, di tempat yang berbeda peserta PKMUNJ mengumumkan pemenang lomba serta pembagian hadiah dan kenang-kenangan untuk adik-adik kami di kp.sawah.

Penutupan hari itu bagaikan hari yang berat walaupun penuh dengan kemeriahan, namun ketika malam hari suasana sedih muncul bahkan kami melihat tetesan air mata dari salah satu ibu di wilayah ini, tak jarang adik-adik meminta kami untuk hadir setiap hari libur, walau sebentar namun membekas di hati warga. Terima kasih sudah menerima kami dengan baik laksana saudara. Terima kasih adik-adikku sudah menjadi kenangan indah menemani rangkaian terakhir PKMUN2015.

#PKMUNJ2015
#LeadingTheChange
#PengabdianMasyarakat
#HidupMahasiswa
#HidupRakyatIndonesia






Jumat, 08 Mei 2015

jejak rekam perjalanan ku menuju pendidikan yang ber-MORAL

ketika mendengar kata "pendidikan" maka terlintas di benakku kepada saudaraku yang berada jauh disana, saudaraku yang berada di daerah yang tak terjangkau, apakah pendidikan sudah sampai disana? sabang sampai marauke apakah kalian sudah mendengar atau merasakan bangku sekolah? ku yakin pendidikan belum sampai ke tempatmu.

tepat pada 2 mei yang lalu bangsa ini baru merayakan hari pendidikan nasional, siapa yang tak mengenal Ki hajar dewantara, bapak promotor pendidikan di negeri ini, beliau berkata "pendidikan itu memanusiakan manusia" maka sebab itu lah pendidikan sangat berguna untuk mengajarkan anak negeri ini untuk menjadi seorang manusia yang bermanfaat. walaupun dengan jangka waktu dalam pelaksanaan aksi 2 mei yang tepat hari pendidikan yang biasanya rutin aksi pendidikan yang di promotori oleh kampus pendidikan. maka aksi kali ini tepat pada Jumat, 9 Mei 2015 di depan kementrian pendidikan dan kebudayaan, yang dimana berbagai kampus turut hadir tidak hanya Universitas Negeri Jakarta selaku LPTK namun kampus lain yang tergabung dalam aliansi BEM Sejabodetabek-banten yang sebelumnya sudah hadir dalam konsolidasi bem bsjb pada 8 mei 2015 bertempat di sekretariat bem unj, yang dihadiri oleh SEBI, IPB, ST Tazkia, UNTIRTA, AKA, Universitas Pakuan, BSI, Esa Ungul, dan saat aksi ini di hadir oleh beberapa kampus UNJ, Universitas Pakuan, PNJ, Esa ungul, IPB, Sebi dan Bsi. 

aksi ini di pimpin oleh Ahmad Firdaus selaku komandan Green Force dan beberapa presiden mahasiswa kampus, dalam aksi ini mahasiswa menurut 4 point. 
  1. Penegasan terkait Ujian Nasional yang setiap tahunnya menjadi polemik pendidikan. 
  2. Konsistensi kurikulum 2013, karena realitasnya di lapangan kurikulum di gunakan ada 2 ktsp dan kurikulum 2013 sehingga tidak sejalannya arah kurikulum pendidikan. 
  3. Pendidikan moral, karena saat ini bangsa indonesia tengah mengalami degradasi moral yang menjadikan generasi bangsa ini menurun moralitasnya. 
  4. Pemerataan pendidikan, pendidikan saat ini tidak merata, kesejahteraan guru honorer yang gajinya tak lebih besar dari gaji buruh, sehingga harus diperjelas. sarana dan prasarana pendidikan tidak merata bagaimana pelaksanaan UN CBT di seluruh indonesia, kalau listrik saja belum semuanya ada, dan perguruan tinggi yang saat ini terjadi liberalisasi pendidikan yang dimana kampus tidak hanya menarik UKT (uang kuliah tunggal) namun juga menarik iuran diluar itu. 

hal tersebut lah konten aksi kali ini. 
aksi mendikbud menuai cerita rekam jejak ku setahun lalu selepas Sospol Adventure Camp (SAC), melakukan aksi di mendikbud dengan kondisi hujan deras tak menyurutkan perjalananku menyuarakan suara rakyat, tahun lalu unj membahas tentang Raport Merah Mendikbud yang kala itu di pimpin oleh pak muhammad nuh, aksi kala itu dipimpin oleh presma kampus yang berhasil menurunkan Pak muhammad nuh menemui mahasiswa sehingga kami dapat menyampaikan raport merah mendikbud langsung kepada yang bersangkutan. sungguh, momen tersebut menjadi ajang motivasi kami untuk dapat menurunkan hadir setiap pimpinan instansi yang kami ingatkan kesalahannya. 

karena pada dasarnya mahasiswa merupakan pengawal kebijakan pemerintah, mahasiswa pendengar dan promotor gerakan berlandasakan kepentingan rakyat. 
maka tak salah ucapan bung karno "berilah aku 10 pemuda maka ku kan guncang dunia" pada pemuda atau mahasiswa merupakan aset  bangsa. maka gunakanlah almamatermu untuk turun ke jalan. 
HIDUP MAHASISWA 
HIDUP RAKYAT INDONESIA 
HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA 
#BERGERAKATAUTERGANTIKAN 

ini foto hari ini bersama para mahasiswa selepas menjalankan ibadah shalat magrib di depan mesjid mendikbud,.
lalu ini foto tahun lalu bersama mahasiswa pada sore hari selepas mengalami hujan-hujanan di pelataran mesjid mendikbud.

Senin, 04 Mei 2015

PKMU 2, Karawang Jawa Barat





Press Release

Pelatihan kepemimpinan Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menjadi rangkaian program kerja Departemen Dalam Negeri Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ) mengadakan PKMUNJ2015 part 2 di Dusun Pisangan, Desa Cemara Jaya Karawang Utara, Jawa barat pada Jumat-minggu lalu tanggal 1-3 maret 2015, dengan memulai keberangkatan dari stasiun Jakarta kota, para peserta PKMUNJ 2015 berangkat pukul 10.15 sampai tempat tujuan sekitar 16.00 WIB dengan mengunakan kereta lalu melanjutkan dengan angkutan umum

Kami kelompok 6 menginap di salah satu rumah sepasang suami istri pak alim dan bu sariah yang berada di dusun tersebut, dusun itu merupakan kampung nelayan maka mata pencaharian warga setempat nelayan dan para pekerja tambak, pada magrib kami bersiap-siap menyiapkan makan malam untuk kami dan keluarga yang kami tempati, dengan membawa bahan-bahan masakan dari Jakarta, selepas itu agenda PKMUNJ tentang presentasi kementrian-kementrian , kebetulan kelompok 6 tentang kementrian agama yang dipimpin oleh Bpk. Lukman Hakim Saifudin, dengan membawa isu pembatasan pemberangkatan haji dan isu ISIS yang meresahkan umat islam di Indonesia. Banyak kelompok-kelompok lain yang berkunjung ke kementrian-kementerian seperti kementrian perdagangan, keuangan, riset dan teknologi, pendidikan, dll. Selepas itu dengan  batas waktu jam 22.00 WIB kami kembali ke rumah keluarga yang kami tempati untuk beristirahat.

Besok harinya, hari sabtu 2 mei 2015 yang saat itu bertepatan dengan hari pendidikan nasional dibuka dengan lanjutan presentasi kementrian selepas itu presentasi tentang Universitas lain, Universitas yang kami kunjungi Universitas Pendidikan Indonesia Bandung yang dipimpin oleh Kak dede selaku presiden mahasiswa, yang dimana struktur kepenggurusannya beda dengan UNJ, UPI memiliki kepercayaan besar memegang 1,3 miliar untuk keperluan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Selepas itu, materi tentang kontra Intellegen dari kak Abdul Azis selaku Kadept sospol zaman kak devrizal abu muharik, kak azis memberikan gambaran mahasiswa tentang intellegen yang memiliki arti komunikasi yang fakta akurat, intelegen tidak boleh menyakiti musuh hanya mencari fakta. Kak azis menceritakan pengalamannya ketika evaluasi sby semasa beliau menjabat. Selanjutnya materi tentang Publik Relation dari Kak Akmal Dicky selaku Ketua BEM UNJ di masanya, dimana beliau menceritakan tentang pentinya PIAR, PIAR lah yang menjadi upaya beliau dalam pemilihan BEM UNJ, beliau juga menceritakan tentang polesan-polesan kemampuan yang digunakan Jokowi untuk memoleskan dirinya dengan apaadanya sehingga menarik perhatian masyarakat dengan bentuk penampilan jokowi yang (katanya) sederhana.

Dilanjutkan, dengan presentasi Unit-Unit Instansi yang ada di Lingkungan UNJ salah satunya presentasi dari kelompok 6 dari Unit Pelaksana Teknis PPL yang dimana didalamnya ada 2 program yaitu Microteaching dan PPL itu sendiri, sehingga ada berbagai syarat untuk mengikuti PPL ini, PPL ini merupakan 4SKS dari seperti MataKuliah.

Selepas itu perpisahan dengan keluarga yang kami tempati serta foto-foto sebelum meninggalkan dusun ini yang telah menerima kami semua dengan ramah tamahnya. Terima kasih sudah mengizinkan kami tinggal selama 3hari 2malam ini, semoga apa yang telah kami berikan menjadi berguna dan terima kasih telah mengajarkan kami arti persaudaraan sesama bangsa Indonesia. 

#LeadingTheChange
#PKMUNJ 2015
#HIDUP MAHASISWA 
#HIDUP RAKYAT INDONESIA
#HIDUP PENDIDIKAN INDONESIA